Rangkaian CDI Grand menjadi hal yang wajib diketahui oleh orang-orang yang terjun di dunia otomotif. Sebagai perkenalan, CDI adalah salah satu komponen penting yang ada di sepeda motor.

CDI adalah bagian dari sistem kelistrikan pada kendaraan roda dua. Berikut penjelasan lebih lanjut mengenai CDI.

Cara Memasang CDI Grand

Kabel yang disambungkan harus sesuai dengan warna kabel yang soket di CDI, warna kabel biru garis kuning untuk kabel pulser, kabel hitam garis merah untuk input spul, kabel hijau untuk massa, kabel hitam garis kuning untuk koil pengapian.

Cara melilit kabel cukup berbeda dengan teknologi listrik pada umumnya. Pertama-tama bentuk kabel seperti simbol “X” lalu baru dililit seperti melilit kabel pada umumnya. Tentunya jangan lupa untuk merapikan kabel setelah memasangnya di soket ya.

Rangkaian CDI Grand

Rangkaian CDI Grand - ifoxsoft.com

Rangkaian CDI Grand merupakan komponen yang bertanggung jawab untuk mengatur percikan api dari aki atau spull pengapian yang diteruskan  kepada busi motor dan coil. CDI akan memperkuat arus listrik yang keluar 12 volt dari koil akan menjadi ribuan volt.

Soket CDI Grand Warna Kabel

Soket CDI Grand memiliki komponen-komponen yang di dalamnya berisi Input Spul, Koil Pengapian, Input Kunci Kontak, Massa, dan Pulser. Kelima komponen ini dilengkapi dengan kabel yang memiliki fungsi masing-masing.

Tiap soket memiliki pin yang diberi kode sesuai dengan bagian yang tertuju. Berikut arti kode soket pada rangkaian CDI Grand:

  1. Massa
  2. Pulser
  3. Kunci Kontak
  4. Spul Input
  5. Koil

Kabel yang menghubungkan kunci kontak dengan bodi akan terputus apabila mesin dalam kondisi ON, CDI akan bekerja dengan baik. Sebaliknya, apabila kabel yang masih terhubung itu menjadi pertanda bahwa rumah kunci kontak telah rusak, atau korselting pada kabel.

Soket CDI Grand dan Warna Kabel

Sistem pengapian pada motor Honda Grand menganut sistem AC. Pada sistem AC (arus bolak balik), Grad dilengkapi dengan 5 kabel. Pada unit CDI terdapat lima soket sebagai berikut:

  • Input Spul (warna kabel hitam-garis merah)
  • Koil Pengapian (warna kabel hitam-garis kuning)
  • Input Kunci kontak / Ignition Switch (warna kabel hitam-garis putih)
  • Massa / ground (simbol negatif [-]) (warna kabel hijau)
  • Pulser / pick up coil (warna kabel biru-garis kuning)

Baca juga : Jalur Kelistrikan Honda Grand

Ciri CDI Grand Ori

Dalam memilih CDI Grand, penting bagi kamu untuk mencari suku cadang motor yang asli. Suku cadang motor yang palsu atau KW bisa menurunkan kemampuan motor. Perhatikan hal-hal berikut agar terhindar dari suku cadang palsu.

  • Kondisi Produk Dan Kemasan

Pada suku cadang imitasi biasanya berusaha untuk meniru semirip mungkin dengan suku cadang asli. Kamu perlu berhati-hati dalam memilih kemasan suku cadang.

Kemasan yang belum terbuka, baik, dan tidak robek menjamin keaslian dari produk. Pastikan juga kamu membeli melalui di toko yang terpercaya atau yang bekerja sama dengan agen resmi.

  • Stiker Barcode

Stiker barcode pada kemasan produk berada dalam kondisi baik dan tidak rusak. Suku cadang yang orisinal memiliki kode barcode fisik dalam bentuk 2 dimensi dan tidak dicetak pada kemasan.

  • Kondisi Fisik Suku Cadang

Kondisi fisik suku cadang berada dalam kondisi yang baik tanpa ada kecacatan fisik di produk. Produk yang terbungkus rapat dengan karton, tanpa menunjukkan bentuk produk tentunya sangat mencurigakan. Oleh karena itu kamu bisa meminta tolong penjual untuk memperlihatkan suku cadang tersebut.

  • Label Hologram

Sudah menjadi ciri khas Honda apabila mengeluarkan produk suku cadang dengan stiker hologram yang menempal pada kemasan. Stiker hologram keluaran pabrik resmi berwarna keemasan, bukan berwarna kuning.

Skema CDI Grand Original

Skema CDI pada Grand original tidak serumit yang dibayangkan. Di dalamnya hanya terdiri beberapa komponen elektronika seperti koil, dioda, dan resistor.

Nah, itu tadi segala hal yang perlu diketahui tentang rangkaian CDI Grand. Dengan mengetahui CDI yang bagus maka performa dari motuba (motor tua bangka) kesayanganmu akan tetap terjaga. Motor yang performanya stabil akan menurunkan anggaran-anggaran servis yang tidak perlu.